SELAYANG PANDANG POLINDES DESA
KEDUNGSEKAR
KECAMATAN BENJENG KABUPATEN GRESIK
Latar Belakang Pendirian
| Tampak smping Gedung Polindes |
Sebelum
dibangun gedung Polindes di Desa Kedungsekar, warga sering mengalami kesulitan
akses menuju layanan kesehatan. Jarak layanan kesehatan yang sudah ada pada
saat itu terletak jauh dengan permukiman sekitar desa. Sebenarnya bidan desa
sudah aktif di sana, tetapi terkendala oleh fasilitas layanan yang tidak
memadai. Layanan kesehatan ibu hamil, balita, dan lansia dilakukan bercampur
dengan gedung sekolah yang kondisinya ramai. Bila ada persalinan menjadi tidak
kondusif dan membahayakan kesehatan ibu dan anak. Maka pada Penggalian gagasan
Dusun pada tahun 2010, masyarakat di semua dusun juga mengelukan hal itu, maka
dimasukan dalam usulan desa. Pada tanggal 22 April 2010 bertepatan pada
Musyawarah Desa II (Perencanaan) disepakati usulan pembangunan gedung kesehatan
/ Polindes. Usulan tersebut kemudian tersusun menjadi proposal yang diajukan
Desa Kedungsekar pada PNPM Mandiri perdesaan kecamatan Benjeng. Pada Musyawarah
Antar Desa Prioritas usulan 11 Maret 2011 usulan ini dikawal tim desa dan
diperjuangkan. Pada MAD perengkingan ini usulan Gedung Polindes desa
Kedungsekar menempati urutan penilaian 1 untuk usulan kesehatan. Kemudian pada
tanggal 15 juni 2011, usulan ini ditetapkan pada Musyawarah antar desa
penetapan usulan
| Ruang Periksa dan Inap |
Gedung
Polindes/Ponkesdes Desa Kedungsekar
dibangun dilokasi Dusun Kedungsekar Kidul (dekat dengan Kantor Balai Desa
Kedungsekar) dengan ukuran bangunan 12 x 6 m, terdiri dari 4Ruang, yaitu Ruang Persalinan, Ruang Pelayanan dan Konsultasi Pasien, Ruang Pemeriksaan dan Pengobatan Pasien, dan Tempat Inap Bidan Desa serta Asisten
Bidan Desa.
Jumlah
masyarakt desa yang terlayani langsung
oleh kehadiran gedung ini adalah 3113 orang, dengan 1711 orang ( berkategori rumahtangga miskin.
Gedung
ini dibangun menggunakan dana BLM PNPM
MPd Tahun Anggaran 2011dan swadaya masyarakat Desa Kedungsekar, dengan rincian
sebagai berikut
NO.
|
SUMBER
DANA
|
JUMLAH
BANTUAN
|
1.
|
BLM PNPM MPd TA. 2011
|
Rp. 118.158.400,-
|
2.
|
Swadaya Masyarakat
|
Rp.
19.042.800,-
|
TOTAL
BANTUAN
|
Rp.
136.054.800,-
|
|
| Ruang Obat |
Usulan pembangunan polindes ini digagas
dari ide kelompok perempuan Desa Kedungsekar. Proses perencanaan
sampai pembangunan dilakukan dalam kurun waktu 1 tahun anggaran, dengan
melibatkan semua pemangku kepentingan desa, melalui musyawarah perencanaan dan
musyawarah antar desa prioritas dan
penetapan. Bangunan diserahterimakan kepada desa oleh TPK PNPM MPd pada tanggal
30 Nopember 2011. Oleh Desa kemudian ditindaklanjuti dan dicatat menjadi aset desa
untuk dipelihara dan digunakan sesuai dengan tujuan pembangunan. Pemeliharaan
dan pemanfaatan bangunan dilakukan langsung oleh desa dan bidan desa.
I.
Dampak
Pembangunan Gedung Polindes
Setelah
diserahterimakan, gedung ini langsung difungsikan dengan fokus layanan sebagai
berikut :
1. Pemantauan
kesehatan ibu hamil
2. Pertolongan
darurat perasalinan ibu hamil
3. Pemantauan
kesehatan balita
4. Layanan
KB
5. Imunisasi
balita
6. Pemaeriksaan
dan pemantauan kesehatan lansia.
Layanan
dilakukan 7 hari dalam seminggu, dengan pola piket jaga Bidan dan asisten
bidan, sehingga bila sewaktu waktu mayarakat desa membutuhkan dapat terpenuhi.
Kebutuhan obat-obatan dipasok dari puskesmas terdekat. Sehingga menurut pengakuan asisten bidan
Aprilia, ada beberapa obat yang bersifat gratis.
Sampai
sejauh ini polindes Desa Kedungsekar telah melakukan dan membantu proses
kelahiran dan pemantauan ibu hamil paling tidak 2-4 orang ibu hamil dan
melahirkan tiap hari. Sebagian besar berasal dari lingkungan Desa Kedungsekar danada juga yang
dari luar desa.
Yang
menjadi keunggulan gedung polindes
ini adalah, adanya layanan proses persalinan dan layanan perawatan pasca
persalinan. Bagi keluarga miskin yang
tidak mampu mengakses rumah sakit, kehadiran polindes dengan layanan seperti
ini menjadi sangat berarti. (KPMD)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar